Lampiran 9. Prosedur analisis tanaman di Laboratorium
1.
Pembuatan ekstrak tanaman (Santanoso, Suwarto dan Sri, 1983)
Bahan : H2SO4 pekat, H2O2 30 % dan kadar
karborandum
Cara
Kerja : Sebanyak 0,25 g sampel tanaman yang telah
halus dimasukkan ke dalam labu Kjeldahl 50 ml. Ditambahkan 2,5 ml H2SO4
pekat dan ditambahkan karborandum lalu biarkan semalam untuk menghindari
pembuihan yang berlebihan. Dilakukan
destruksi di ruang asam, setelah 15 menit ditambahkan H2O2 30
% sebanyak 3 tetes dalam selang waktu 10 menit sampai larutan jernih.
Selanjutnya larutan didinginkan dan disaring ke dalam labu ukur 50 ml. Kemudian ditambahkan aquadest sampai
mencukupi 50 ml, maka didapat ekstrak tanaman pekat. Larutan ini digunakan untuk penetapan N-total
tanaman. Kemudian dipipet 5 ml larutan destruksi pekat dan dimasukkan ke dalam
labu ukur 50 ml lalu diencerkan sampai tanda garis. Larutan ini dinamakan larutan encer yang
digunakan untuk penetapan P dan K tanaman.
2.
Penetapan P tanaman (Santoso et al., 1983)
Bahan : Pereaksi (asam
sulfat 5 N, ammonium molibdat 4 %, kalium antimonil
tartrat, asam askorbat 0,1 N)
Cara
Kerja :
Pipet cairan destruksi encer sebanyak 2 ml dan dimasukkan ke dalam tabung
film. Untuk penetapan deret standar yang
mengandung 0 ppm P yang digunakan untuk menyetel titik 100 % T pada
kolorimeter. Ditambahkan 8 ml campuran
pereaksi P dan dikocok. Setelah 15 menit
diukur dengan kolorimeter filter 630 mµ dan kuvet 1 cm. Deret standar P digunakan sebagai pembanding
P dan sampel T (Transmitrance) dibaca pada kolorimeter.
Lampiran 9. (Lanjutan)
Perhitungan :
% P =
0,2 × ppm P dari kuvet setelah
koreksi blanko x KKA
Serapan P = % P × berat kering oven tanaman (g/pot)
3.
Penetapan Si tanaman (Santoso et al., 1983)
Bahan : HCl pekat, air panas
Cara kerja :
Sebanyak 0,25 g sampel tanaman yang telah halus kemudian dimasukkan ke
dalam pinggan platina yang telah diketahui bobotnya dan dimasukkan ke dalam
oven pada suhu antara 300 0C – 600 0C. Pada awalnya yaitu pada suhu 300 0C
selama 30 menit sampai mengarang.
Kemudian pada suhu 600 0C kira-kira 3 jam pengabuan akan
sempurna. Kemudian didinginkan selama 45
menit dalam eksikator dan ditimbang (untuk penetapan Si). Abu dalam pinggan platina dari bekas penetapan
kadar abu dibasahi dengan air panas.
Ditambahkan 3 ml HCl pekat dan di uapkan sampai kering di atas penangas
air. Pengerjaan ini diulangi 2 kali,
kemudian ditambahkan 1 ml HCl pekat dan 20 ml air panas dan dibiarkan di atas
penangan air selama 5 menit. Selanjutnya
disaring dengan kertas saring dan dibilas 4 kali dengan air panas. Setelah itu dipindahkan ke dalam cawan kwarsa
kering yang telah dipijarkan dan diketahui bobotnya, kemudian diovenkan
mula-mula pada suhu 300 0C.
setelah mengarang diteruskan pada suhu 600 0C hingga tinggal
endapan Si (putih). Kemudian dinginkan
dalam eksikator selama 45 menit dan ditimbang.
Perhitungan :
Si (%) =
x 100 %
Serapan Si = % Si
× berat kering oven tanaman (g/pot)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar