Sabtu, 21 Januari 2012

cara kerja analisis tanaman


Lampiran 9.  Prosedur analisis tanaman di Laboratorium

1.      Pembuatan ekstrak tanaman (Santanoso, Suwarto dan Sri, 1983)
Bahan              :  H2SO4 pekat,  H2O2 30 % dan kadar karborandum
Cara Kerja      :  Sebanyak 0,25 g sampel tanaman yang telah halus dimasukkan ke dalam labu Kjeldahl 50 ml. Ditambahkan 2,5 ml H2SO4 pekat dan ditambahkan karborandum lalu biarkan semalam untuk menghindari pembuihan yang berlebihan.  Dilakukan destruksi di ruang asam, setelah 15 menit ditambahkan H2O2 30 % sebanyak 3 tetes dalam selang waktu 10 menit sampai larutan jernih. Selanjutnya larutan didinginkan dan disaring ke dalam labu ukur 50 ml.  Kemudian ditambahkan aquadest sampai mencukupi 50 ml, maka didapat ekstrak tanaman pekat.  Larutan ini digunakan untuk penetapan N-total tanaman. Kemudian dipipet 5 ml larutan destruksi pekat dan dimasukkan ke dalam labu ukur 50 ml lalu diencerkan sampai tanda garis.  Larutan ini dinamakan larutan encer yang digunakan untuk penetapan P dan K tanaman.
2.      Penetapan P tanaman (Santoso et al., 1983)
Bahan       : Pereaksi (asam sulfat 5 N, ammonium molibdat 4 %, kalium  antimonil  tartrat, asam askorbat 0,1 N)
Cara Kerja    : Pipet cairan destruksi encer sebanyak 2 ml dan dimasukkan ke dalam tabung film.  Untuk penetapan deret standar yang mengandung 0 ppm P yang digunakan untuk menyetel titik 100 % T pada kolorimeter.  Ditambahkan 8 ml campuran pereaksi P dan dikocok.  Setelah 15 menit diukur dengan kolorimeter filter 630 mµ dan kuvet 1 cm.  Deret standar P digunakan sebagai pembanding P dan sampel T (Transmitrance) dibaca pada kolorimeter.


Lampiran 9.  (Lanjutan)
Perhitungan        :
% P            =  0,2  × ppm P dari kuvet setelah koreksi blanko x KKA
Serapan P  =  % P × berat kering oven tanaman (g/pot)
3.      Penetapan Si tanaman (Santoso et al.,  1983)
Bahan               : HCl pekat, air panas
Cara kerja         : Sebanyak 0,25 g sampel tanaman yang telah halus kemudian dimasukkan ke dalam pinggan platina yang telah diketahui bobotnya dan dimasukkan ke dalam oven pada suhu antara 300 0C – 600 0C.  Pada awalnya yaitu pada suhu 300 0C selama 30 menit sampai mengarang.  Kemudian pada suhu 600 0C kira-kira 3 jam pengabuan akan sempurna.  Kemudian didinginkan selama 45 menit dalam eksikator dan ditimbang (untuk penetapan Si).  Abu dalam pinggan platina dari bekas penetapan kadar abu dibasahi dengan air panas.  Ditambahkan 3 ml HCl pekat dan di uapkan sampai kering di atas penangas air.  Pengerjaan ini diulangi 2 kali, kemudian ditambahkan 1 ml HCl pekat dan 20 ml air panas dan dibiarkan di atas penangan air selama 5 menit.  Selanjutnya disaring dengan kertas saring dan dibilas 4 kali dengan air panas.  Setelah itu dipindahkan ke dalam cawan kwarsa kering yang telah dipijarkan dan diketahui bobotnya, kemudian diovenkan mula-mula pada suhu 300 0C.  setelah mengarang diteruskan pada suhu 600 0C hingga tinggal endapan Si (putih).  Kemudian dinginkan dalam eksikator selama 45 menit dan ditimbang.
Perhitungan      :
                            Si  (%)       =   x 100 %

Serapan Si  =  % Si × berat kering oven tanaman (g/pot)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar